1. Akhlak
a. Pengertian Akhlak
Ada dua pendekatan untuk mendefinisikan akhlak, yaitu pendekatan linguistik (kebahasaan) dan pendekatan terminologi (peristilahan). Akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu khuluqun yang menurut loghat diartikan: budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Secara terminologi akhlak yaitu suatu keinginan yang ada didalam jiwa yang dilakukan dengan perbuatan tanpa intervensi akal atau pikiran.
Menurut Yunahar Ilyas akhlak dapat didefinisikan sebagai sifat yang tertanam dalam jiwa manusia, sehingga dia akan muncul secara spontan bila diperlukan, tanpa memerlukan pikiran atau pertimbangan dan tidak memerlukan dorongan dari luar.
b. Definisi Akhlak Secara Subtansi
1.) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam dalam jiwa seorang, sehingga menjadi kepribadiannya
2.) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran (dalam keadaan tidak sadar, hilang ingatan, tidur dan gila)
3.) Bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dalam diri orang yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar.
4.) Bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya bukan karena main-main ataupun karena sandiwara.
5.) Akhlak adalah perbuatan yang dilakukan karena keikhlasan semata mata karena allah dan bukan untuk dipuji
c. 4 Hal Apabila Seseorang Dikatakan Berakhlak
· Perbuatan yang baik atau buruk
· Kemampuan untuk melakukan perbuatan
· Kesadaran akan perbuatan
· Kondisi jiwa yang membuat kita melakukan perbuatan baik dan buruk
2. Etika
Secara etimologi etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. Sedangkan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak.
Selain dari akhlak, kita juga sering menggunakan istilah etika. Etika adalah sinonim dari akhlah. Etika terdiri dari tiga pendekatan, yaitu etika deskriptif, etika normative, dan mataetika. Dalam etika deskriptif kaidah atau aturan etika yang sering muncul adalah adat kebiasaan, seperti anggapan tentang baik dan buruk, tindakan atau perlakuan yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. Sedangkan dalam etika normative kaidah yang sering muncul yaitu seperti hati nurani, kebebasan dan tanggung jawab, nilai dan norma serta hak dan kewajiban. Lalu kaidah yang serig muncul di dalam mataetika adalah seperti ucapan yang dikatakan atau dilontarkan pada bidang moralitas.
Ada orang yang berpendapat bahwa etika dan akhlak itu sama. Persamaan dari keduanya memang ada yaitu sama-sama membahas tentang baik buruknya tingkah laku seseorang. Sedangkan perbedaannya adalah sumber norma, dimana akhlak mempunyai basis atau landasan kepada norma agama yang bersumber dari hadist dan alquran.
Etika berhubungan dengan 4 hal, yaitu:
· Dilihat dari segi objek pembahasannya, etika berupaya membahas perbuatan yang dilakukan oleh manusia.
· Dilihat dari segi sumbernya, etika bersumber dari akal pikiran dan filsafat. Sebagai hasil pemikiran maka etika tidak bersifat mutlak, absolute dan tidak pula universal.
· Dilihat dari segi fungsinya, etika berfungsi sebagai penilai, penentu dan penetap terhadap suatu perbuatan tersebut akan dinilai baik, buruk, mulia, terhormat, terhina dan sebagainya.
· Diliht dari segi sifatnya, etika bersifat relative yakni dapat berubah-ubah sesuai tuntutan zaman.
Dari ciri-ciri diatas, maka etika lebih merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya untuk menentukan perbuatan yang dilakukan manusia agar dikaatkan baik atau buruk. Dengan kata lain etika adalah aturan atau pola tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia.
3. Moral
Moral berasal dari bahasa latin yakni Mores kata jamak dari Mos yang berarti adat kebiasaaan. Dalam bahasa Indonesia diartikan dengan susila. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide – ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang wajar.
Perbedaan etika dan moral yakni etika lebih banyak bersifat teori, sedangkan moral lebih banyak bersifat praktis. Menurut pandangan ahli filsafat, etika memandang tingkah laku perbuatan manusia secara universal dan menyatakan ukuran, sedangkan moral secara lokal dan menjelaskan ukuran itu. Kalau dalam pembicaraan etika, untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk menggunakan tolak ukur akal pikiran atau rasio, sedangkan dalam pembicaraan moral tolak ukur yang digunakan adalah norma – norma yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Inti pembicaraan tentang moral adalah menyangkut bidang kehidupan manusia dinilai dari baik dan buruknya perbuatan selaku manusia.
Dari penjabaran diatas, perbedaan mendasar antara akhlak, moral, dan etika dari penentuan atau standard ukuran baik dan buruk yang digunakan. Standard baik dan buruk akhlak berdasarkan Al – Qur’an dan Sunnah Rasul, sedangkan moral dan etika berdasarkan adat istiadat atau kesepakatan yang dibuat oleh suatu masyarakat. Standard etika dan moral bersifat local dan temporal, sedangkan akhlak bersifat universal dan abadi.
Terimakasih kak infonya, sangat mendidik.
ReplyDeletesangat bagus ....menginpirasi, terus buat content yaaa git
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteTerima kasih infonya :) sangat membantu, kontennya juga singkat jelas dan padat. Jangan bosan menulis dan menyebar informasi yaw, god bless u
ReplyDeleteMasyaallah mantap sekali
ReplyDeleteBagus infonya, jangan stop lanjut terus
ReplyDeletebagus sekali, terimakasi~~~
ReplyDeleteInfonya sangat membantu. Lanjut ya gita..
ReplyDeleteSangat bermanfaat,makasi yaa..
ReplyDelete